349 MOTOR GEDE DI BALI BODONG

349 Motor Gede di Bali Bodong
Ditulis oleh Harian Seputar Indonesia  
Wednesday, 27 April 2011

DENPASAR – Kasus penghentian mobil Gubernur Bali Made Mangku Pastika oleh konvoi 200 motor gede (moge) yang tergabung dalam Ngurah Rai Tours saat melintas di Desa Luwus, Kabupaten Tabanan, Sabtu (23/4), berbuntut panjang.

Pemprov dan Polda Bali mendata sedikitnya ada 349 unit moge yang berkeliaran tanpa dilengkapi dokumen sah alias bodong. Jumlah itu diperoleh setelah Pastika memerintahkan Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR), dan kepolisian mendata ulang keberadaan moge tersebut. “Hingga siang tadi (kemarin), ada sekitar 349 unit moge di Bali tidak memiliki surat-surat resmi alias bodong,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali I Putu Suardhika kemarin.

Suardhika meyakini, jumlah moge bodong yang berkeliaran di Bali jauh lebih besar dari hasil pendataan yang dilakukan instansi terkait. Sejauh ini, kata dia, baik Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Bali maupun perkumpulan moge lainnya, belum melakukan kerja sama dalam melakukan pendataan pemilik moge. Karena itulah,pihaknya kesulitan untuk melacak populasi keberadaan moge di Bali.

Dia menambahkan,semestinya kendaraan roda dua di atas 250 CC bisa membayar pajak rata-rata Rp2 juta per unit per tahun. Dengan banyaknya moge bodong itu, potensi pajak yang seharusnya bisa didulang menjadi hilang karena mereka tidak bayar pajak. “Dari penelusuran, ternyata banyak juga moge yang bodong itu memakai nomor plat kendaraan luar Bali,” ucapnya. Sementara itu, Polda Bali berhasil menyita delapan unit moge pasca-insiden konvoi 200 moge.

“Penertiban dilakukan kepada moge yang tidak memiliki kelengkapan surat maupun yang berkeliaran sembarangan di jalan raya,” tegas Kapolda Bali Irjen Hadiatmoko kemarin. Dari delapan moge yang disita, enam di antaranya ditangkap di Karangasem dan sisanya di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.Saat ditangkap, moge-moge tersebut tidak dilengkapi dokumen surat kepemilikan kendaraan bermotor, STNK,dan pengendaranya tidak memiliki SIM.

Untuk sementara,moge itu disita dan didata mulai dari jenis, nomor seri,tahun produksi, dan sebagainya. “Pemiliknya kita beri kesempatan melengkapi sejumlah dokumen. Bila dalam jangka waktu tertentu tidak bisa melengkapi, akan kita tindak tegas,” imbuh Hadiatmoko. Terkait insiden penghentian mobil gubernur, Hadiatmoko sudah menerima permintaan maaf dari Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Bali.“Kita juga ingatkan mereka agar tidak arogan di jalanan,”tandasnya.

Menurut Hadiatmoko, dari hasil penyelidikan, sikap arogan itu dilakukan peserta konvoi dari luar Bali dan tidak mengetahui kalau mobil yang diminta menepi ditumpangi Gubernur Bali. Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol Syauqie Ahmad menambahkan, penertiban akan terus dilakukan secara berkala meski tak ada imbauan dari Pemprov Bali.

Selain di jalanan, penertiban juga akan digelar di show room motor gede yang banyak tersebar di Bali. “Masyarakat jangan mau membeli kalau suratnya tidak lengkap, ”ujarnya. Secara terpisah,Ketua IMBI Bali Hariono mengaku belum tahu persis apakah moge itu terdaftar dalam anggota IMBI. “Tapi,pada dasarnya kita mendukung jika motor yang disita itu bodong,”katanya.

Miftachul Chusna

Sumber : Harian Seputar Indonesia
Tanggal: 27 April 2011         

0
0

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 2,042,750
  • Unique Visitor: 63,100
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 14,695
  • Blocked Users: 14,683
  • Published Nodes: 4,990
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 115.124.92.116
  • Your IP: 54.235.36.164
  • Since: 2009-11-06 11:22:43
  • Visitors:
  • Today: 1112
    This week: 18785
    This month: 48831
    This year: 383952