ISRAEL ANCAM TAHAN PAJAK PALESTINA

Israel Ancam Tahan Pajak Palestina
Ditulis oleh Tempointeraktif.com  
Thursday, 22 September 2011

TEMPO Interaktif,NEW YORK -Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz, Rabu 21 September 2011 mengancam akan menahan uang pajak Otoritas Nasional Palestina bila Presiden Mahmud Abbas tetap berkeras mengajukan permohonan menjadi anggota tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat besok. "Kami akan berpikir ulang untuk menyetor uang hasil pajak," tutur Steinitz.

Orang dekat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu mengatakan pihaknya akan berhenti memungut 40 persen suplai bujet pemerintah Otoritas Nasional Palestina. Sebab, "Palestina telah melanggar hal mendasar dari perjanjian damai," tuturnya. Palestina memiliki dana pajak sebesar US$ 135 juta atau setara dengan Rp 1,2 triliun.

Padahal sejak musim semi lalu Steinitz menyetop aliran uang pajak itu. Ancaman senada disampaikan Senator Amerika Serikat Robert Menendez. Ia mengatakan Amerika akan mengkalikan ulang bantuan sebesar Rp 4,5 triliun kepada Palestina. "Tak ada pilihan lain buat kami," tuturnya.

Bukan hanya itu. Senator asal New Jersey ini juga mengaku telah mengontak sejumlah pemimpin dunia untuk menghentikan dukungan terhadap Presiden Abbas dalam Sidang Umum PBB. "Saya sudah mengontak Brasil dan Kolombia," ujarnya. Adapun Senator John McCain mendesak Perdana Menteri Netanyahu untuk mengajak kembali Presiden Abbas berunding.

"Saya harap pemimpin Palestina menerima tawaran berunding Perdana Menteri Netanyahu," kata McCain. Hasil jajak suara yang digelar harian terkemuka Israel, Jerusalem Post, menyebutkan bahwa 70 persen warga Israel menyatakan pemerintah Israel mesti menerima keputusan PBB untuk mengakui kedaulatan negara Palestina.

Dukungan terhadap Palestina juga datang dari Presiden Venezuela Hugo Chavez. Ia mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan menyatakan ikrarnya mendukung permintaan Palestina menjadi anggota penuh PBB. "Ini keadilan bersejarah bagi orang-orang yang selalu membawa rasa sakit dan penderitaan di seluruh dunia," katanya.

Menurut Chavez, Palestina memiliki hak untuk menjadi sebuah negara, bebas berdaulat, dan independen. Dukungan Venezuela datang pada saat pemimpin pemerintahan dari seluruh dunia sedang menyiapkan memberi suara pada isu kontroversial negara Palestina di Majelis Umum PBB akhir pekan ini.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov menyatakan negaranya pasti mendukung upaya Palestina untuk diakui sebagai negara anggota oleh PBB. "Pemimpin Palestina telah memberi tahu kami," ujarnya. Suara Rusia amat berpengaruh, mengingat Rusia merupakan negara pemilik hak veto, selain Amerika Serikat.

Sumber : Tempointeraktif.com
Tanggal: 22 September 2011
0
0

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.