MENJAGA API REFORMASI PAJAK

Dalam satu diskusi kecil, seorang rekan mengatakan bahwa perubahan dalam berbagai hal harus dilakukan. Perubahan bisa menuju ke arah baik atau buruk.

Presiden harus terus mengingatkan tentang pentingnya pajak Lalu, rekan tersebut melanjutkan tidak ada alasan perubahan dilakukan menuju ke arah tidak baik. Idealnya, perubahan harus menuju ke arah lebih baik. Termasuk perubahan (reformasi) di tubuh Ditjen Pajak yang sudah dan sedang berlangsung.

Pertanyaannya, apakah reformasi pajak terus berlanjut ke arah lebih baik? Jawabannya, tentu harus. Sekalipun reformasi mendapat kendala dari berbagai lingkungan yang belum seirama, api reformasi harus tetap menyala, tanpa perlu bertanya kapan api dipadamkan.

Aa Gym, kiai kondang, beberapa waktu lalu pernah mengatakan perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dari saat ini juga. Inti yang ingin disampaikan Aa Gym tidak lain perubahan harus selalu ada dan tidak ada batas waktu berakhir.

Ketika reformasi pajak mulai bergulir sewindu yang lalu, banyak pihak meragukan mulusnya perjalanan reformasi.

Bahkan ketika merebak kasus Gayus H. Tambunan, keraguan seakan membenarkan api reformasi pajak tidak akan bertahan lama. Kalimat protesnya menyatakan : 'Reformasi pajak harus dihentikan'. Atau 'Reformasi pajak telah salah arah'. Keraguan dan kecaman terhadap perjalanan reformasi terus bermunculan.

Api reformasi pajak seakan redup. Kehangatan api reformasi menjadi kurang terasa. Dingin tidak panas pun tidak. Lalu, muncul pertanyaan berikutnya, apakah api reformasi perlu dipadamkan atau malah ditambah minyak agar tetap menyala?

Ketika bicara api reformasi, dipastikan nurani paling dalam akan menjawab dengan nyanyian : “nyalakan terus, jangan biarkan api padam“.

Tatkala nurani bicara, sejatinya semua nurani akan menjawab dengan seruan sama. Tuhan telah menciptakan nurani semua orang sama tanpa melihat status, golongan, suku maupun agama.

Ibarat musik orkestra yang dimainkan banyak orang, api reformasi selayaknya menjadi nyanyian wajib yang pantas dinyanyikan bersama. Gema suara merdu nyanyian hendaknya bisa menyenangkan dan memuaskan semua penonton termasuk pemain musiknya.

Membahananya suara nyanyian dengan genderang (niat) yang sama, pasti akan melenyapkan kesumbangan satu atau lima perilaku pemain yang tidak baik.

Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi Presiden, instansi pertama yang dikunjungi adalah pajak serta bea dan cukai. Kunjungan itu pastinya mengingatkan kita semua bahwa api reformasi tidak boleh redup. Kunjungan SBY seakan genderang perang segera melakukan serangan perbaikan dan penyempurnaan proses pemungutan dan pengelolaan pajak oleh semua pihak.

Keberadaan institusi pajak, sebagai unit pengelola administrasi pajak, tidak bisa berjalan sendiri. Semua pemangku kepentingan (stakeholders) wajib hukumnya memberikan dukungan. Oleh karena pajak bukan untuk kepentingan sekelompok organisasi atau masyarakat, melainkan untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat.

Dua hal penting Sekalipun kecewa karena ada kasus yang mencederai keadilan, SBY tetap mengingatkan kita semua dua hal penting. Pertama, api reformasi pajak bukan milik Pajak apalagi Kementerian Keuangan, melainkan milik semua. Stakeholders pajak patut memberikan 'minyak' agar api reformasi terus menyala.

Kedua, api reformasi adalah jawaban nurani yang tidak bisa dibantah siapa pun. Tuhan menciptakan nurani semua orang sama. Nurani pasti menjawab persoalan menuju perubahan lebih baik. Jawaban nurani paling tulus merupakan nilai hakiki yang tidak terbantahkan.

Kalau begitu, SBY patut mengingatkan semua pihak dan kalangan akan pentingnya api reformasi pajak terus menyala.

Para menteri, gubernur, wali kota, semua pengusaha kecil maupun besar, serta semua kalangan, perlu memahami, meyakini dan melaksanakan terciptanya api reformasi terus menyala.

Jika itu berjalan, tujuan konstitusi memberikan kesejahteraan masyarakat adalah cita-cita yang mudah direalisasikan.

Tugas negara memelihara fakir miskin dan anak telantar yang diamanatkan konstitusi, bisa segera diwujudkan. Semua anak akan memperoleh pendidikan dengan baik. Harga kebutuhan pokok tidak lagi menjadi keluhan para ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan masyarakat akan mudah diperoleh.

Derasnya gelombang reformasi, tidak bisa dibendung siapa pun dan dengan kekuatan apa pun. Mereka yang ingin membendung, akan tergulung oleh gelombang reformasi itu sendiri.

Alangkah baiknya bila tiap pribadi akan menjadi ba gian dari proses refo masi guna masa depan lebih baik.

Gelombang reformasi pajak saat ini semakin deras dan semakin tinggi, ketika 18 Agustus 2010 lalu Ditjen Pajak mencanangkan nilai-nilai organisasi yang disebut “DJP Maju, PasTI. Keyakinan Mochamad Tjiptardjo memproklamasikan nilainilai organisasi ke masyarakat, patut diapresiasi walau mungkin mendapat cibiran, kritikan maupun sindiran sebagian orang. Cibiran ataupun sindiran yang mungkin ada, harus di tafsirkan sebagai pupuk dan bumbu mempercepat reformasi. Pencanangan nilai organisasi menjadi catatan sejarah gelombang reformasi yang tidak bisa dihentikan.

Gelombang reformasi pertama harus diikuti dengan gelombang reformasi kedua, ketiga dan seterusnya. Gelombang reformasi harus menimbulkan efek gelombang-gelombang lainnya yang lebih cepat.

Harapan tertanam dan teraplikasikannya nilai-nilai organisasi dalam tindakan keseharian seluruh pegawai, menjadi mimpi Mochamad Tjiptardjo dan kita semua. Seraya diiringi doa tulus pada uhan, mimpi indah kesejahteraan melalui reformasi pajak, bisa terwujud. Tujuan negara me wujudkan keadilan dan kesejahteraan sebagaimana amanat konstitusi, kiranya akan menjadi agenda pokok dalam berbagai kebijakan yang akan diambil pemerintah.

Semoga 'virus' penyebaran api reformasi pajak akan terus menyala dan menjalar ke segala lini dengan kekuatannya sendiri.

OLEH RICHARD BURTON
Pengajar di Universitas Kristen Maranatha, Bandung

Sumber : Bisnis Indonesia
Tanggal: 03 September 2010

0
0

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.