PPh Psl 25 Tahun 2010

Dengan mulai berlakunya UU PPh No. 36 tahun 2008, maka salah satu yang perlu dicermati adalah perubahan tarif atas badan dari 28% untuk tahun Fiskal 2009 menjadi 25% untuk tahun fiskal 2010.
Yang jadi perlu ditegaskan dan masih ada perbedaan-perbedaan pendapat tentang pelaksanaan UU PPh No. 36 ini adalah tentang PPh Psl 25 tahun 2010 untuk setiap bulan.

Ada yang bilang bahwa PPh Psl 25 dihitung dari PKP tahun 2009 dengan tarif 28% dibagi 12 bulan, ada juga yang mengatakan bahwa PKP tahun 2009 dikali tarif 25%, lalu dibagi 12 bulan.

Jika dilihat dari petunjuk pengisian SPT Badan 1771 tahun 2009 maka disitu disebutkan disebutkan bahwa PPh Psl 25 diambil dari PKP tahun 2009 dikali 28%.

Pertanyaan:
1. Apakah ada penegasan tentang penggunaan tarif ini untuk Perhitungan PPh Psl 25 tahun 2010 apakah menggunakan 28% atau 25%.
2. PPh Psl 25 adalah bisa dikatakan angsuran Pajak untuk tahun berjalan, jika memakai tarif 28% untuk angsuran Pajak PPH Psl 25 tahun 2010. Dengan kondisi Omset yang sama dan kondisi biaya yang sama serta koreksi yang sama, maka PPh tersebut akan lebih bayar, benarkah demikian???
3. Apa Aturan lain untuk penegasan dari PPh Psl 25 tahun 2010 diatas, apakah menggunakan 28% atau 25%.

Untuk yang lebih memahami hal diatas, mohon pencerahannya dong...

Terimakasih,

PPh Badan

Pasal 17 ayat (2a) Undang undang No 36 Tahun 2008 telah menyatakan bahwa pada tahun 2010, tarif PPh yang berlaku adalah 25 %.
Tentu saja kalau semua kondisi sama, maka angsuran bulanan yang dihitung berdasarkan tariff 28 % akan menimbulkan lebih bayar.

Secara teoritis, sejalan dengan system self assessment, maka besarnya angsuran bulanan harus dihitung sendiri dari besarnya Penghasilan Kena Pajak Tahun 2009 dengan tarif yang berlaku 25 %.

Namun untuk amannya, angsuran bulanan PPh Ps 25 Tahun 2010 tetap dihitung 1/12 dari PPh terutang Th 2009; kemudian anda mengajukan permohonan pengurangan besarnya angsuran bulanan ke KPP dengan alas an sesuai pasal 17 ayat (2a) diatas.

Kalau anda termasuk WP yang Penghasilan Kena Pajak dibawah Rp 4,800,000,000, berdasarkan Pasal 31 E UU No 7 Tahun 1983 yang telah diubah terakhir kali dengan UU No 36 Tahun 2008 tentang PPh, diberikan fasilitas tariff sebesar 50 %, sehingga efekktif sebesar 12,5 %.

Departemen Litbang dan Standar Profesi IKPI

0
0

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 2,672,915
  • Unique Visitor: 89,277
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 15,604
  • Blocked Users: 15,592
  • Published Nodes: 5,161
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 115.124.92.116
  • Your IP: 54.205.98.35
  • Since: 2009-11-06 11:22:43
  • Visitors:
  • Today: 1309
    This week: 25169
    This month: 78470
    This year: 793189