SUMBER-SUMBER PAJAK DIKALKULASI ULANG

JAKARTA – Pemerintah akan mengevaluasi hasil sementara penerimaan pajak hingga April ini. Setelah itu, pemerintah berjanji akan membuat langkahlangkah untuk mencapai target tax ratio atau rasio pajak sebesar 11,9 persen sesuai kesepakatan dengan Komisi XI DPR.

“Nanti saja di sidang paripurna, akan ada hasil evaluasi yang sudah dikalkulasikan berdasarkan sumber-sumbernya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (30/4), menjawab kenaikan tax ratio sebesar 0,2 persen dari usulan pemerintah 11,7 persen pada RAPBN-P 2010.

Sumber-sumber perpajakan itu berasal dari Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta PPh Migas.

Dengan kenaikan tax ratio sebesar 11,9 persen, maka pemerintah memunyai beban memenuhi penerimaan perpajakan menjadi 604,4 triliun rupiah atau bertambah 9 triliun rupiah dari semula 597,4 triliun. Untuk memaksimalkannya, Sri Mulayani mengatakan pemerintah memunyai waktu hingga akhir tahun ini.

“Nanti kita lihat realisasinya, ini kan tinggal delapan bulan ke depan,” terangnya. Ditegaskan, bulan April 2010 merupakan landasan penentuan penerimaan pajak atau menjadi acuan penerimaan untuk bulan-bulan berikutnya.

“Yang penting evaluasi April ini, penerimaan pajak seperti apa kita akan langsung bisa membuat langkah-langkah untuk memaksimalkan sesuai target yang ditetapkan,” terangnya.

Rapat pembahasan tax ratio ini berlangsung alot pada Kamis (22/4) pekan lalu karena terjadi sejak pukul 14.00 WIB sampai pukul 22.45 WIB, itu pun sempat diskors beberapa kali untuk lobi.

Ketika itu, Dewan berpendapat penetapan tax ratio sebesar 11,9 persen berdasarkan lifting minyak sebesar 965 persen atau jika ada perubahan pada lifting minyak berarti terjadi perubahan pula pada besaran tax ratio.

“Kalau harapan kami, ada upaya maksimal sehingga penerimaan bisa sesuai target yang ditetapkan,” tutur Sri Mulyani.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku optimistis bahwa tax ratio dapat mencapai 16 persen, apalagi jika tidak terjadi kebocoran.

Faktor lain yang dapat menentukan peningkatan pajak adalah jika pertumbuhan ekonomi berada di atas 5,5 persen.

Dengan tax ratio sebesar 16 persen, maka penerimaan perpajakan dapat mencapai angka sekitar 950 triliun rupiah.(din)

Sumber : Koran Jakarta
Tanggal: 01 Mei 2010 

0
0

Buku Pajak

Daftar Anggota

  • Philip, SE
    Bandung
    1547/PP.IKPI-A/III/2011 1600/PP.IKPI-B/VI/2011
  • Tangerang
    1916/PP.IKPI-A/III/2012
  • Tangerang
    KEP-424/SK-PP.IKPI-C/II/2005
  • Jakarta Utara
    696/SK-PP.IKPI-A/XII/2006 1244/PP.IKPI-B/II/2010
  • Jakarta Barat
    1593/PP.IKPI-B/V/2011

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 2,044,050
  • Unique Visitor: 63,168
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 14,696
  • Blocked Users: 14,684
  • Published Nodes: 4,990
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 115.124.92.116
  • Your IP: 50.19.33.5
  • Since: 2009-11-06 11:22:43
  • Visitors:
  • Today: 2374
    This week: 20047
    This month: 50093
    This year: 385214